Kamis, 26 Desember 2013

Which Character Would You Choose?


Sebelumnya saya ucapkan Happy 1st Anniversary to Sel-Sel Kelabu Blog! Horeee! Di ulang tahun mereka yang pertama ini, Blog Sel Sel Kelabu mengadakan Event yang juga merupakan bagian dari Reading Challenge Blog Hobby Buku.

Ya! Kalau begitu langsung saja. Inilah jawaban-jawaban dari pertanyaan Event ini.

1. Siapa karakter yang paling potensial untuk dijadikan pacar?

Kalau menentukan siapa yang cocok dijadikan pacar, pasti kita menentukan dari cara mereka memperlakukan tokoh lain yang merupakan kekasih-nya. Jadi saya memilih Thomas Beresford
.
Perlakuannya pada Tuppence yang melindungi tapi tidak over, kepercayaannya pada Tuppence dalam menangani seluruh masalahnya membuatnya tidak terkekang, Benar-benar membuat wanita manapun iri, seolah-oleh mereka pasangan paling serasi sedunia!

2. Siapa karakter menurutmu paling mantap jadi teman curhat?

Untuk ini, mungkin Papa Poirot? Melihat betapa seringnya ia memberi saran kepada tokoh lainnya membuatnya cocok sebagai teman curhat, Ya walau kadang-kadang saya tak suka beberapa sarannya yang menyimpulkan para tokohnya untuk.. Ya sesuatu seperti, kabur, meminum racun, dll

3. Siapa karakter yang paling asyik diajak bertamasya?


Mr. Akibombo! Dia adalah karakter minor di 'Pembunuhan Di Pondokan Mahasiswa'. Kami berdua seperti orang paling polos di dunia, akan sangat menarik bertamasya dengannya ke suatu tempat sambil mempelajari tempat tersebut, Ya tentu kami memerlukan pemandu wisata ^^

4. Siapa karakter yang paling cocok menjadi seorang guru/dosen?

Ya, Poirot lagi nih. Sikapnya yang penuh percaya diri cocok dijadikan panutan apalagi jargon andalannya "Poirot tau segalanya". Saya hampir tak pernah menemukan Poirot tidak mengetahui suatu hal, tentu dia cocok jadi guru

5. Siapa karakter yang kamu pilih menemanimu saat terdampar di pulau terpencil?

Nevile Strange. Tokoh dalam 'menuju titik nol' Pintar, Kuat, Cekatan. Dia seperti makhluk paling sempurna di dunia, pasti sangat berguna ketika kami terdampar di pulau terpencil yang begitu banyak kekurangan.

Ya selesai-lah postingan ini. Sedikit sekali ya? Tapi terimakasih telah membacanya^^

The Moving Finger - Agatha Christie


Judul Asli : The Moving Finger (1943)
Judul Terjemahan : Pena Beracun
Pengarang : Agatha Christie
Alih Bahasa : Ny. Suwarni A.S.
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan ke-6, Maret 2013
Jumlah Halaman : 320 hlm
No. ISBN : 978-979-22-9377-7




Kematian menyerang secara diam-diam 

Aku ingat, surat itu tiba waktu kami sedang sarapan. Pengirimnya pasti dari desa ini dan alamatnya diketik. 
Aku membuka surat itu sebelum dua surat lain yang berstempel pos London. Di dalamnya terdapat sehelai kertas yang di tempeli kata-kata dan huruf-huruf cetak yang telah di gunting dari buku. Sesaat aku menatap kata-kata itu tanpa memahaminya. Kemudian napasku tersekat... 
Mula-mula surat-surat kaleng yang keji itu hanya menyebabkan rasa takut. Tapi kemudian surat-surat itu menyebabkan kematian. Pertanyaannya adalah : siapa yang akan menjadi korban berikutnya...?


Dengan sudut pandang Jerry Burton, Pilot yang baru saja pulih dari kecelakaan yang menimpanya, Kita di bawa ke skandal di sebuah kota terpencil -Lymstock-. Ia kesana atas saran Marcus Kent -dokternya- untuk pemulihan agar kesehatannya terus membaik, bersama dengan adiknya Joanna Burton, mereka tinggal di Little Furze. 

Sampai suatu hari sepucuk surat dengan kata-kata kasar menuduh Joanna bukanlah adik kandung Jerry. Ya, Surat kaleng. Ternyata tidak hanya mereka yang menerimanya, sepertinya tetangga-tetangga mereka juga mengalaminya. 

Sampai sesuatu yang lain terjadi, Mrs. Symmington bunuh diri. Diduga karna ia telah membaca surat yang menyatakan bahwa salah satu putranya bukanlah putranya, Lalu korban selanjutnya, Agnes Woddell. Di bunuh. 

Ini tak bisa dibiarkan, Mrs. Dane Calthrop mengundang Miss. Marple untuk mengusut perkara ini. Dengan bantuan fakta-fakta yang sebenarnya telah diketahui Jerry Burton sendiri dan gadis yang di cintainya, Megan. Sang penjahat tertangkap basah 

Novel ini sangat menarik, ya walaupun porsi Miss. Marple terlalu sedikit. Dengan bumbu-bumbu kisah kasih antara Jerry dan Megan juga Joanna dengan Owen, Cerita menjadi tidak membosankan. Walau pada awalnya perasaan Jerry hanya berawal dari rasa kasihan melihat Megan yang tidak dianggap di keluarganya, tapi tak mengusutkan niatnya untuk maju melamarnya. Begitupun Joanna, mungkin awalnya dia hanya ingin mempermainkan dr. Griffith sampai akhirnya ia di bentak oleh Owen sendiri ketika tidak bisa menolong ibu yang akan melahirkan, Ia sadar Owen bukan orang yang pantas ia permainkan. 

'tak ada asap tanpa api', Jika surat-surat itu Tabir Asap. Kita harus menyingkirkannya untuk mengetahui Apinya.

Dead Man's Folly - Agatha Christie


Judul Asli : Dead Man's Folly (1956)
Judul Terjemahan : Kubur Berkubah
Pengarang : Agatha Christie
Alih Bahasa : Ny. Suwarni A.S.
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan ke-7, Februari 2013
Jumlah Halaman : 304 hlm
No. ISBN : 978-979-22-9156-8

"Kami akan mengadakan permainan Pelacakan Pembunuhan," jelas Mrs. Oliver pada Hercule Poirot. 
"Permainan apa?" Tanya detektif kenamaan itu. 
"Masing-masing peserta diberi sejumlah petunjuk yang akan menuntunnya ke tempat mayat. Barang siapa yang bisa menebak pembunuhnya, dialah pemenangnya, dan Andalah, M. Poirot, yang akan menyampaikan hadiahnya," 
"Lalu siapa yang menjadi mayatnya?" Tanya Poirot. 
"Mari saya perkenalkan."
Waktu Poirot memasuki kamar itu dilihatnya seorang gadis tergeletak di lantai, tak bergerak. 
"Marlene ini benar-benar aktris yang hebat, bukan?" Seru Mrs. Oliver. "Dia menjadi 'mayat' yang begitu meyakinkan." "Terlalu meyakinkan," kata Poirot sambil mengangkat kepala gadis itu. "Dia telah terbunuh lima belas menit yang lalu!" 


Hercule Poirot di undang oleh Ariadne Oliver pada sebuah acara "Pelacakan Pembunuhan". Secara Formal, ia diminta sebagai yang penyerah hadiah pada pemenang. Namun, sebenarnya Poirot diminta secara khusus untuk memecahkan misteri mengenai pembunuhan yang akan terjadi. Ya, Mrs. Oliver dengan firasatnya merasa bahwa akan terjadi pembunuhan sungguhan dalam permainannya, hanya saja ia tak tau harus berbuat apa. Dan semuanya terbukti, Marlene tewas.

Sabtu, 07 Desember 2013

Towards Zero - Agatha Christie


Judul : Towards Zero (1944)
Judul Terjemahan : Menuju Titik Nol
Pengarang : Agatha Christie
Alih Bahasa : Windrati Selby
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan ke-enam, Januari 2013
Jumlah Halaman : 304 hlm
ISBN : 978-979-22-9176-6

"Saya suka cerita detektif yang baik", kata Mr. Treves. "Sayang awal cerita-cerita itu biasanya salah! Dimulai dengan pembunuhan—padahal pembunuhan adalah akhirnya. Segalanya berawal jauh sebelumnya, kadang-kadang bertahun-tahun sebelumnya, dengan segala macam kejadian yang berkaitan, yang mengarahkan orang-orang tertentu, pada waktu tertentu, ke tempat tertentu pula. Semua mengarah ke satu titik... Kemudian, ketika saatnya tiba... terjadilah! Titik Nol!"  Mr. Treves duduk merenung di depan perapian, merenungkan segala kejadian yang dialaminya hari itu. "Bahkah sekarang", lanjutnya, "sebuah pembunuhan sedang dipersiapkan. Seandainya aku berniat menulis cerita pembunuhan yang brutal dan bergelimang darah, cerita itu akan kumulai dengan seorang pria tua yang duduk merenung di depan perapian... berpikir-pikir, merancang... dan mengarahkan segala kejadian serta orang-orang tertentu menuju titik nol".

Agatha Christie Read-A-long

Sebenernya telat banget sih. Saya baru buat blog ini kemarin dan saya juga baru tau Challenge ini kemarin. Tidaaaaak! Gak apa-apa lah, saya ikut meramaikan saja

Minggu, 24 November 2013

By The Pricking of My Thumbs - Agatha christie


Judul Asli : By The Pricking Of My Thumbs
Judul Terjemahan : Rumah di Tepi Kenal
Penulis : Agatha Christie
Alih Bahasa : Ida Hutomo
Jumlah Halaman : 312 halaman
Cetakan ke-tiga  April 2013
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Kategori : Mistery-Thriller

"Aneh, rasanya aku pernah melihat rumah itu sebelumnya, entah di mana", kata Tuppence sambil menatap lukisan tersebut. "Aku harus mencari rumah itu".
Maka Tuppence pun naik kereta, mencari rumah dalam lukisan itu. Dari sini dimulailah petualangan yang melibatkannya pada suatu kasus pembunuhan terpendam di masa lampau. Sang pembunuh menantinya di rumah itu—rumah di tepi kanal.



"Rumah di Tepi Kanal" adalah serial Pasangan Beresford yang pertama kali saya baca. Menarik karna tingkah mereka yang menurut saya kocak. Tommy menggambarkan istrinya seakan-akan seperti anak kecil yang sulit diatur dan suka meloncat kesana-kemari. ya Menghibur.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...