Sabtu, 31 Mei 2014

Scene on Three #2



Halo... selamat hari Sabtu!! tetap semangat bagi yang kerja/sekolah dan selamat weekend bagi yang merayakan. Atau ada yang seperti saya? bosan di rumah berminggu-minggu sabari ngadegdeg menunggu hasil UN? 2 minggu lagi teman~
Kalau begitu langsung saja. untuk Scene on Three kali ini saya memilih salah satu adegan dari buku Hickory Dickory Dock karya Agatha Christie.

"Saya tak mengerti, tolong," kata Mr. Akibombo. (Hal 79)
"Aku tak mengerti, tolong," kata Mr. Akibombo. (Hal 80)
"Sungguh, aku tak mengerti..." (Hal 82)
"Tolong," kata Mr. Akibombo, sambil memandang ke sekitarnya dengan pandangan memohon.
"Aku tak mengerti." (Hal 83)

Jadi, pada halaman 78-83 buku ini. Para mahasiswa sedang berdebat di ruang makan mengenai Celia yang ternyata adalah orang yang mencuri barang-barang di pondokan itu. Mr. Akibombo sendiri adalah orang Afrika yang tidak begitu pandai bahasa inggris, dan nampaknya tidak bisa mengikuti perbincangan. Bahkan meski sudah memohon berkali-kali agar sesorang menjelaskan, atau paling tidak berbicara pelan-pelan, tetapi tetap tak ada yang mengubrisnya.

Ini lucu sekaligus miris sebenarnya XD. Padahal kadang saya juga suka begitu, meski kasusnya lain dengan Mr. Akibombo yang bermasalah bahasa.. Saya gak tahan sama topik yang tiba-tiba berubah dengan cepat. Jadi ya, gitu.. cengo doang teu ngarti

Minggu, 25 Mei 2014

Passenger to Frankfurt - Agatha Christie

Judul Asli : Passenger to Frankfurt (1970)
Judul Terjemahan : Penumpang ke Frankfurt
Pengarang : Agatha Christie
Alih Bahasa : Budijanto T. Pramono
Sampul : Staven Andersen
Peberbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Cetakab ke-3, Maret 2013
Jumlah Halaman : 352 hlm
ISBN : 978-979-22-9334-0
Jenis : Misteri, Kriminal, Detektif, Klasik, Thriller,

Sir Staford Nye hendak pulang ke London setelah kunjungannya ke Malaysia. Namun pesawat yang seharusnya transit ke Jenewa itu dialihkn ke Frankfurt karena kabut. Di ruang tunggu transit, ia bertemu dengan seorang wanita yang sangat mirip dengan adiknya yang juga berarti mirip sekali dengan dirinya. Wanita itu meminta bantuan. Ia harus pergi secepatnya. Wanita itu meminta mantel, paspor, dan kartu boarding Sir Stafford agar ia bisa pergi dengan selamat. Sir Stafford menyetujuinya, ia memang sedang bosan dan menginginkan sesuatu yang menegangkan, mungkin mengancam nyawa. Maka sesuai intruksi, ia pergi ke toko pernak-pernik dan begitu kembali meminum obat bius yang ada di mejanya. Sementara si wanita pergi dengan selamat ke London.

Setelah Sir Stafford akhirnya sampai di London. Ia tiba- tiba merindukan wanita itu. Ia melakukan berbagai cara hingga akhirnya mereka bisa bertemu lagi. Ternyata si wanita yang bernama Miss Daphne Theodofanus alias Mary Ann alias Countess Renata Zerkowski adalah seorang agen dari suatu kelompok rahasia (?) yang mencoba menyelamatkan dunia.

Minggu, 18 Mei 2014

The Seven Dials Mystery - Agatha Christie

Judul Asli : The Seven Dials Mystery (1929)
Judul Terjemahan : Misteri Tujuh Lonceng
Pengarang : Agatha Christie
Alih Bahasa : Mareta
Desain & Ilustrasi Sampul : Staven Andersen
Proof Reader : Yuliono

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 
Terbit : Cetakan ke-7, Agustus 2012 
Jumlah Halaman : 304 hlm 
ISBN : 978-979-22-8367-9 
Genre : Misteri, Detektif, Kriminal, Klasik, Dewasa


Terbiasa membaca buku bantal, rasanya aneh kembali ke buku Agatha, yang tipis, kecil dengan tulisan besar, tak masalah saya cepat menyesuaikan diri.

Saya sempat kecewa karena tak ada Poirot di rak buku Gramedia, (ditambah kenyataan keesokan harinya ada diskon, saya kecewa sekali) . Tapi, membacanya, saya tak pernah kecewa. Memaki diri sendiri? Oh jelas! Berkali-kali saya berkata dalam hati "Seharusnya aku tau!!".

Lagi-lagi kita dihadapkan dengan seorang Lady baik hati yang senang petualangan. Di rumahnya, beberapa waktu lalu, ketika di sewakan, ada seorang pria meninggal di kamarnya, Gerald Wade. Anehnya, setelah ia meninggal, jam-jam weker yang di gunakan untuk mengerjai Gerry, disusun rapi di atas perapian, tapi hanya ada tujuh jam. Ya, itu melambangkan Tujuh Lonceng. Di laci kamarnya, Lady Eileen Brent alias Bundle. Terdapat surat terakhir Gerry untuk adiknya yang juga menyebutkan Tujuh Lonceng. Keganjilan-keganjilan, membuat orang-orang bertanya. Mungkinkah Gerry di bunuh? Bukan meninggal karena over dosis obat tidur? Karena kenyataan bahwa Gerry bukanlah peminum obat tidur.

Minggu, 11 Mei 2014

NEGERI PARA BEDEBAH - Tere Liye

Judul : NEGERI PARA BEDEBAH
Pengarang : Tere Liye
Desain & Ilustrasi sampul : eMTe
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan ke-1, Juli 2012
Jumlah Halaman : 440 hlm

ISBN : 978-979-22-8552-9 
Genre : Thriller, Action, Mystery, Crime


Setelah selesai membaca cerbung Bumi yang hanya 20 episode plus bolong-bolong itu. Saya teringat ketika pernah 'menjelajahi' fanpage Tere Liye di tahun 2011 (No! I didn't stalk, I investigate!) Ada beberapa cerbung berjudul 'Bangsat-Bangsat Berkelas' . Maka saya googling kalimat itu.

Dan menyesal pernah membacanya, bukan karena ceritanya tidak seru, malah sebaliknya seru sekali. Sialnya, di 92% cerita. Ceritanya di stop, saya harus baca novelnya, demi 8% sisanya. Yang ternyata setelah di bumbui rasa penasaran, rasanya lebih baik dari 50%.

Dibuka dengan kenyataan menyebalkan bahwa Thomas yang baik hati harus membantu Om Liem, penjahat ekonomi, untuk melarikan diri dari jeratan kebangkrutan. Sebenarnya, Thomas sangat membenci Om Liem, benci sekali. Perbuatannya ini juga bukan atas nama kasih sayang terhadap Om Liem. Simpel saja, Dendam, dendam atas kematian orang tua-nya. Orang jahat yang sama ingin menghancurkan keluarganya dua kali, mana bisa Thomas membiarkannya. Maka jangan heran, dalam sisa waktu dua hari ia harus bisa menyelamatkan Bank Semesta, agar penjahat itu tidak bisa tertawa dua kali.

Minggu, 04 Mei 2014

Bumi - Tere Liye



Judul : Bumi
Pengarang : Tere Liye 
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utam 
Desain Sampul : eMTe 
Terbit : Cetakan ke-2, Januari 2014 
Jumlah halaman : 440 hlm 
ISBN : 978-602-03-0112-9 
Genre : Fantasy


Pertama kali mengenal karya Tere Liye ± setahun yang lalu dari 'Bidadari-Bidadari Surga'. Saat itu juga agak terpaksa, karena saya sedang kehabisan bahan bacaan, lalu teman saya yang baik hati meminjamkannya atas rekomendasi dari ibunya yang mengatakan bahwa buku itu bagus. Dan, saya setuju, buku itu luar biasa bagus. Nah, setelah itu saya meng-like fanspagenya saya menemukan postingan menarik

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik - adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak. 
Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan
Namaku, Raib. Dan aku bisa menghilang.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...