Rabu, 30 Juli 2014

Dear Prudence - Dannie Faizal

Judul : Dear Prudence 
Pengarang : Dannie Faizal
Penyunting : Dila Maretihaqsari 
Penerbit : PT Bentang Pustaka 
Terbit : Cetakan ke-1, April 2014 
Tebal : 248 hlm 
ISBN : 978-602-7975-79-8 
Genre : Comedy, Romance 

Irvine Suherman, Mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang bercita-cita sukses menjadi motion graphic dan mempunyai karya besar yang diingat banyak orang. Di waktu yang sama ia sedang dalam masa PDKT dengan Prue, wanita yang cantiknya bukan kepalang. Singkat cerita Irvine diterima untuk magang disebuah stasiun tv. Ia bertemu Lusy yang menjadi rivalnya dalam merebut kursi rekrutmen. Juga Desmond, senior paling dibencinya sepanjang masa. Ada pula sahabatnya Idrus yang genit, Ferry yang narsis tapi lama banget jomlonya, Ayah Irvine yang konyol, Ibunya yang bijak, dan tokoh lainnya yang juga begitu khas. Buku ini bercerita bukan hanya tentang perjuangan Irvine meraih hati Prue tapi juga bagaimana ia berusaha menggapai cita-cita dan membahagiakan orang tuanya.

Saya gak begitu suka Romance. Yang membuat saya tertarik malah judulnya. Bukan karena Judulnya The Beatles banget, (lagi-lagi) saya gak begitu suka The Beatles. Satu-satunya lagu The Beatles yang saya tau cuma Hey Jude yang memang lagi booming di kelas dulu. Prudence, mengingatkan saya pada nama tokoh favorit dari penulis favorit saya. Hanya itu? Nggak juga, saya baca reviewnya di goodreads dan pembahasan tentang 'menggapai cita-cita' benar-benar menarik untuk saya yang masih labil.

Selasa, 15 Juli 2014

The Adventure of Pinnochio - Carlo Collodi

Judul : The Adventure of Pinocchio 
Judul terjemahan : Petualangan Pinocchio 
Pengarang : Carlo Collodi 
Alih Bahasa : Lulu Wijaya 
Desain & Ilustrasi sampul : Ratu Lakhsmita Indira 
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 
Tebal : 208 hlm 
ISBN : 978-602-03-0466-3
Genre : Classic, Fairy Tale, Fantasy

Suatu hari Mastro Cherry menemukan sepotong kayu yang bagus dan berniat membuatnya sebagai kaki meja. Ia terkejut ketika mengetahui kayu tersebut bisa bicara. Pada saat itulah Mastro Geppetto datang ke rumahnya dan meminta beberapa kayu untuk dijadikan boneka tali. 

Mastro Geppetto kemudian mulai memahat kayu tersebut. Ia memberinya nama Pinocchio dengan harapan agar si Marionette mendapat kemujuran. Tapi, sungguh malang bagi Geppetto, Pinocchio adalah boneka nakal dan kurang ajar. Sejak hari pertama ia di buat ia sudah membuat ayahnya di penjara, kemudian ketika pulang ia membunuh Jangkrik Berbicara. Tapi, Pinocchio juga menerima balasannya pada hari itu, ketika ia ingin menggoreng telur ayam dengan air. Seekor anak ayam malah terbang ketika telur itu di pecahkan. Bahkan ketika ia mengemis pada seorang penduduk desa di tengah malam, ia malah disiram dengan air dingin. Akhirnya ia tidur dengan kaki di atas penghangat kaki lalu bangun dengan kaki terbakar. Hari-hari berikutnya petualangan Pinocchio lebih menegangkan lagi.

Sabtu, 05 Juli 2014

NEGERI DI UJUNG TANDUK - Tere Liye

Judul : NEGERI DI UJUNG TANDUK
Penulis : Tere Liye
Desain & Ilustrasi Sampul : eMTe
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan ke-1, April 2013
Jumlah halaman : 360 hlm
ISBN : 978-979-22-9429-3
Genre : Action, Thriller

Di sekuel buku Negeri Para Bedebah ini, diceritakan sudah setahun berlalu setelah kejadian Bank Semesta. Kini selain menjadi konsultan ekonomi, ia juga merangkap menjadi konsultan politik, di mana tema ini mendominasi cerita.

Klien politik Thomas adalah seorang kader partai lembayung berinisial JD yang berasal dari warga sipil. Ia pernah menjadi walikota dan gubernur terbaik di masa jabatannya, dan tahun depan dijamin Thomas akan menjadi presiden setelah tahun lalu mengakhiri 5 tahun jabatannya sebagai gubernur ibukota. Yang menarik, ternyata JD adalah kakak kelas Thomas di sekolah asrama-nya. Salah satu sekolah terbaik yang ada di dunia. Membuat Thomas yakin untuk mendukungnya maju menjadi RI-1.
"Sebuah karakter dan prinsip yang cemerlang tidak akan pernah datang dari sekolah dengan gedung megah, tapi dipenuhi guru-guru rakus dengan uang, hingga urusan jalan-jalan atau seragam saja bisa jadi lahan bisnis. Karakter dan prinsip cemerlang selalu datang dari tempat yang cemerlang-sesederhana apa pun tempatnya, datang dari proses pendidikan yang baik, dari guru-guru yang tulus dan berdedikasi tinggi." (166)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...