Jumat, 29 Agustus 2014

Misteri Kota Tua - Yovita Siswati

Judul : Seri Misteri Favorit 2 : Misteri Kota Tua 
Pengarang : Yovita Siswati 
Penyunting : Pradikha Bestari 
Ilustrator, desain sampul & isi : Indra Bayu 
Penerbit : Kiddo 
Terbit : Cetakan ke-1, Januari 2014 
Tebal : 168 hlm 
ISBN : 978-979-91-0671-1 
Genre : Adventure, Crime, Thriller & Mystery 

Kalau bukan karna rumah barunya yang misterius, Beno pasti sudah mati bosan di Kampung Sewan ini. Tanggerang, kota barunya bukan tempat menyenangkan seperti di desa, terlalu padat, pikirnya. Tapi jiwa detektifnya bersorak riang di sini. Apalagi ketika melihat seorang kakek mencoba masuk ke suatu kamar terkunci di rumahnya.

Disaat ia kehilangan jejak Aki Uban, ia bertemu dengan Sari, gadis cerewet yang tawanya seperti ringkik kuda. Sari berjanji akan membantu Beno mencari Aki Uban asal ia dilibatkan dalam penyelidikan ini. Meski tak rela, Beno menyetujinya, toh ia butuh penunjuk jalan.

Senin, 25 Agustus 2014

Misteri Kota Topeng Angker - Yovita Siswati

Judul : Seri Misteri Favorit 6 : Misteri Kota Topeng Angker
Pengarang : Yovita Siswati
Penyunting : Pradikha Bestari
Ilustrator : Indra Bayu
Penerbit : Kiddo
Terbit : Cetakan ke-1, Mei 2014
Tebal : 162 hlm
ISBN : 978-979-91-0721-3
Genre : Adventure, Horror, Thriller & Mystery

Akhirnya Danu ikut bersama ayahnya ke Indramayu. Pak Kosali, ayah Danu memiliki pekerjaan yang keren menurutnya, seorang arkeolog dan Danu yakin ayahnya sedang melakukan penelitian. Mereka menemui Embok Tua Cerewet dan berhasil mendapatkan Topeng Kelana. Namun, esoknya Ayah Danu menghilang! Benar-benar menghilang hampir tanpa jejak. Untungnya, berkat kecerdasan Danu, ia berhasil menemukan pesan rahasia ayahnya yang menyuruhnya mencari 5 topeng. 

Minggu, 24 Agustus 2014

The Man in The Brown Suit - Agatha Christie

Judul : The Man in The Brown Suit (1924)
Judul terjemahan : Pria Bersetelan Cokelat
Pengarang : Agatha Christie
Penerjemah : Ny. Suwarni A.S.
Desain Sampul : Staven Andersen
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan ke-7, Agustus 2012
Tebal : 408 hlm
ISBN : 978-979-22-8513-0
Genre : Classic, Crime, Thriller & Mystery

Anne Beddingfeld adalah putri tunggal seorang profesor yang merupakan salah seorang peneliti Inggris terbesar mengenai manusia primitif. Tapi, kehidupannya begitu membosankan, sehari-hari ia membantu ayahnya yang miskin itu dalam 'pekerjaannya' di desa kecil Little Hampsly. Padahal Anne sangat mendambakan petualangan.
"Kita tidak boleh berpikiran rendah. Kita tak boleh berpikiran rendah kalau masalahnya menyangkut ilmu pengetahuan" (21)
Suatu hari, ayahnya menemukan suatu penemuan besar. Yaitu tengkorak yang mirip tengkorak jawa, tengkorak leluhur Neanderthal. Sayang, disaat paling menarik baginya itulah beliau meninggal. Dan hanya mewariskan 87 pound untuk Anne.

Tapi, kematian Charles Beddingfeld juga berarti hal lain. Anne kini bebas, ia bisa pergi ke dunia luar dan berpetualang! Pertama-tama ia tinggal dengan keluarga pengacaranya di London, walau ia tidak yakin Mrs. Flemming akan menyukainya atau tidak.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Death Comes at the End - Agatha Christie

 Judul : Death Comes at the End (1945) 
Judul terjemahan : Ledakan Dendam 
Pengarang : Agatha Christie 
Penerjemah : Ny. Suwarni A.S. 
Desain & ilustrasi sampul : Satya Utama Jadi 
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 
Terbit : Cetakan ke-6, November 2013 
ISBN : 978-979-22-2910-3 
Tebal : 328 hlm 
Genre : Crime, Classic, Suspense, Thriller & Mystery 

Delapan tahun lalu, Renisenb pergi bersama suaminya Khay yang gagah. Kini setelah kematian Khay, ia kembali ke rumah ayahnya sebagai janda bersama anak perempuannya Teti. Rumah ayahnya, baginya masih sama seperti dahulu. Yahmose, kakak sulungnya yang selalu cemas dan khawatir dan selalu dibentak-bentak Satipy, istrinya yang bersuara nyaring dan suka memarahi orang. Juga Sobek, kakak keduanya, si pembual tampan dan istrinya, Kait yang begitu menyayangi anak-anaknya. Ipy, sekarang sudah lebih tinggi, dan ia juga semakin pandai dan berani. Henet, pelayan itu masih suka kesana-kemari mengumbar gosip, menjilat-jilat, dan berkata bahwa ia sudah mengabdi pada keluarga ini dan tidak ada yang mengaggapnya. Hori, notulis ayah, masih setia dan selalu bersikap adil, dan masih selalu bisa menenangkannya sebagaimana dulu ia membetulkan mainannya. Neneknya, Esa meski menua, ketajaman otaknya tidak bisa diremehkan, ia bahkan mengejek kematian, dan menikmati sisa-sisa hidupnya.

Minggu, 17 Agustus 2014

The Big Four - Agatha Christie

Judul : The Big Four (1938) 
Judul terjemahan : Empat Besar 
Pengarang : Agatha Christie 
Penerjemah : Indri K. Hidayat 
Desain & ilustrasi sampul : Satya Utama Jadi 
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 
Terbit : Cetakan ke-9, November 2013 
ISBN : 978-979-22-2863-2 
Tebal : 280 hlm 
Genre : Thriller & Mystery, Classic, Suspense, Crime 

Kapten Hastings ingin memberi kejutan pada Poirot, setelah lama tinggal di Argentina ia akan menemui sahabatnya itu di London tanpa memberi kabar. Tapi ternyata Poirot pun sedang berkemas, bersiap berlayar ke Amerika Selatan. Hercule Poirot berkeras bahwa ia tidak akan membatalkan janjinya, hanya soal hidup dan mati saja yang bisa menahannya. Saat itulah seorang pria menerobos kamarnya, terjatuh dan mengucapkan nama Poirot berulang-ulang. Dr. Ridgeway dipanggil lalu ia memberikan pensil dan pena pada pria asing itu. Pria itu menulis angka empat berkali-kali. Sesudah Dr. Ridgeway keluar, pria itu nampaknya sadar dan mengucapkan nama-nama, si Nomor satu, Li Chang Yen, otak kendali; dua, orang Amerika, donator; tiga, seorang wanita Perancis; dan empat, si Pemusnah; lalu ia pingsan. Kemudian dua sahabat itu naik kereta, lagipula Dr. Ridgeway bilang ia akan segera kembali. Namun Poirot dan Hastings malah menyewa mobil dan kembali ke London, lalu menemukan pria itu telah tewas, jendela-jendela terbuka, jam berhenti di angka empat. Si Nomor Empat telah mengalahkan Hercule Poirot dalam ronde pertama.

Cards on the Table - Agatha Christie

Judul : Cards on the Table (1936)
Judul terjemahan : Kartu-Kartu di Meja 
Pengarang : Agatha Christie 
Alih bahasa : Ny. Suwarni A.S. 
Desain & ilustrasi sampul : Satya Utama Jadi 
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 
Terbit : Cetakan ke-6, Maret 2014 
ISBN : 978-979-22-7170-6 
Tebal : 328 hlm 
Genre : Classic, Crime, Thriller & Mystery 

Poirot bertemu dengan Mr. Shaitana di sebuah pameran tabung inhaler. Bisa dikatakan mereka memiliki ego yang sama namun pandangan akan kriminal yang berbeda. Mr. Shaitana dengan bangga mengatakan bahwa ia mengenal beberapa orang pembunuh yang tak pernah tertangkap dan mengundang Poirot untuk makan malam bersama mereka. Ternyata bukan Poirot saja yang di undang, ada pula Komisaris Battle, Kolonel Race dan Mrs. Oliver. Dan datanglah ke-empat pembunuh ini, Dr. Roberts yang ramah dan menyenangkan, Miss Anne Meredith si penggugup, Mayor Despard, pria dingin yang panjang akal, dan Mrs. Lorrimer, wanita setengah baya berotak cemerlang. 

Mereka kemudian memutuskan untuk bermain bridge. Dr. Roberts, Anne, Mrs. Lorrimer dan Despard main di ruang tamu utama sedang Mrs. Oliver, Poirot, Battle dan Race di ruang sebelah. Mr. Shaitana tidak suka main bridge maka ia hanya memperhatikan di ruang tamu itu. Jam dua belas lewat sepuluh, kelompok Poirot memutuskan untuk berhenti main dan kembali ke ruang tamu, dan melihat bahwa kelompok Mrs. Lorrimer masih asyik bermain. Ketika mereka hendak pamit, yang mereka temukan adalah tewasnya Mr. Shaitana.

Death in the Clouds - Agatha Christie


Judul : Death in the Clouds (1935) 
Judul terjemahan : Maut di Udara 
Pengarang : Agatha Christie 
Alih Bahasa : Windrati Selby 
Desain & ilustrasi sampul : Satya Utama Jadi 
Terbit : Cetakan ke-7, November 2013 
ISBN : 978-979-22-2889-2 
Tebal : 328 hlm 
Genre : Classic, Crime, Thriller & Mystery

Dalam pesawat Prometheus yang bising. Poirot dalam pakaian tebalnya tertidur karena mual. Hampir semua orang sama diamnya, larut dalam pikirannya masing-masing. Namun, tanpa mereka sadari. Seorang wanita besar di kursi paling belakang telah tewas, dengan luka kecil di lehernya yang di duga kuat karena duri beracun yang ditemukan di lantai.

Saya baca buku ini setelah selesai dengan Misteri di Styles. Tapi, sepertinya memang sulit menikmatinya. Seharusnya, saya move on dulu dari Misteri di Styles. Akhirnya saya 'mual', dan tidak mencoba untuk menerka-nerka, tidak berusaha untuk mencerna fakta-fakta yang diberikan. Cape juga dengan Poirot yang pergi kesana kemari dan hanya bertanya sedikit-sedikit.

Tapi, Poirot selalu punya daya tarik sendiri. Ide-idenya yang seringkali merepotkan orang benar-benar menghibur. Ada beberapa adegan yang menarik juga sih, beberapa malah lucu (ini novel detektif apa komedi?) Misal Inspektur Japp yang beberapa kali berpendapat bahwa penulis dan cerita detektifnya itu konyol dan bodoh. Padahal ia hidup dalam cerita seperti itu XD

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...