Rabu, 04 Februari 2015

Koala Kumal - Raditya Dika

goodreads
Judul: Koala Kumal
Penulis: Raditya Dika
Penerbit: GagasMedia
Terbit: Cetakan ke-1,  2014
Tebal: 250 hlm
Genre: anthology, Humor & Komedi, Non-fiksi
ISBN: 979780769X 
‘Lo udah punya cewek, Ri?’ tanya gue.

‘Hmmm... Bukan cewek, sih, sebenernya dia mantan gue. Yah, gak mantan juga, tetapi lebih kayak gebetan. Yah, gak, gebetan juga, sih... dia gak pernah ngajak gue ngomong’ p. 18
Saya punya banyak teman yang ngefans sama Raditya Dika. Mila, misalnya, yang waktu SMP dulu, bahan obrolan favorit dia setiap hari senin pagi adalah Malam Minggu Miko atau Stand Up Comedy, yang bikin saya ikutan ‘hahaha’ tapi gak minat; atau Muti, yang saking ngefansnya, rela dipanggil ‘mbip’ dalam kesehariannya.

Saya sendiri, gak suka-suka amat, tapi juga gak 'gak suka'. Biasa aja. Malah kadang ngerasa temen-teman saya itu pada lebay fangirling-nya. Tapi, ketika saya tau bahwa ilustrator buku ini adalah Sweta Kartika, seperti menjilat ludah sendiri ... ‘kyaaaa aku mau baca!’. Iya, betapa bodohnya saya.

p. 121
ada Nusa-Red nyelip :3

Lantas apa itu cukup untuk bikin saya antusias bacanya? Gak juga, ekspektasi saya masih rendah. Kenapa? Saya pernah baca beberapa buku Raditya; Kambing Jantan, Marmut Merah Jambu dan Manusia Salmon., tapi, gak ada yang berkesan. Sebenarnya, saya hampir gak inget gimana ceritanya, iya sih emang bukan cerita fiksi yang jelas alurnya tapi kayaknya temanya terlalu bebas. Saya juga gak inget apa saya berhasil menyelesaikan buku-buku itu. Apalagi Muti memuji buku ini setinggi langit. Kan saya jadi getek.

Tapi bagaimana bisa tau kalau tidak mencoba? Dan semua orang tau gimana sensasi nge-review buku overated itu 3:)

Dan, saya salah! Mungkin ekspektasi jelek di awal juga membuat saya bisa terkejut dengan sikap saya sendiri.

Buku ini, tidak hanya membuat kita bisa tersenyum, tapi ngakak! Serius, butuh usaha keras untuk menahan tawa ketika saya membaca buku ini di pojok kelas; dan berkali-kali teman sebangku saya nanya, ‘kenapa sih? Lucu? Rame bukan?’ saya bisa jawab apa? emang taun baru, rame? Bukan hanya itu, buku ini juga buat kita mikir, mengagguk setuju mengenai suatu kesimpulan mengenai hati.

Memang, dibanding ketiga buku yang pernah saya baca sebelumnya, saya rasa buku ini lebih jelas. Temanya tentang patah hati, dan merupakan kumpulan cerita tentang tema-tema tesebut. Yup! Buku ini terdiri dari 12 cerpen. Saya sendiri suka sekali dengan cerita  Patah Hati Terhebat, humornya mungkin memang sedikit, tapi sepadan dengan pesan yang didapatkan.
“setiap orang pasti akan mengalami patah hati yang mengubah cara pandangnya dia terhadap cinta seumur hidupnya” p. 207
Ada Jangwe di Kepalaku, mengenai patah hati dengan sahabat, yang bikin saya nyesek karena saya sendiri pernah mengalami hal yang kurang-lebih sama. Ketika nurani mengatakan sesuatu hal salah sementara kita sendiri terikat janji setia kawan.

Menciptakan Miko,  mungkin adalah salah satu bab yang wajib dibaca bagi penggemar acara malam minggu miko. Bagaimana Radit membuat seri ini dari nol, dengan berbagai kendala dan cara dia menyelesaikan masalah dengan koplak.

Selain itu masih banyak cerita lain, Ingatlah ini Sebelum bikin Film, Balada Lelaki Tomboi, Panduan Cowok dalam Menghadapi Penolakan, Kucing Story, LB, Perempuan Tanpa Nama, Menciptakan Miko, Lebih Seram dari Jurit Malam, Aku Ketemu Orang Lain dan Koala Kumal.

'koala kumal'
Intinya, patah hati, adalah sebuah fase yang pasti pernah dialami semua manusia dalam hidupnya. Tak hanya tentang cinta dua sejoli, tak hanya dengan orang yang kita kenal, tak hanya yang kita sadari. Yang terpenting, tentu saja seperti yang selalu dikatakan orang-orang, adalah bagaimana kita menghadapinya. Mungkin kita berubah, mungkin kita akan jadi jauh tapi selalu pastikan kita memilih jalan yang baik.
‘Dik, kamu tahu gak istilah Mama untuk orang yang sudah pernah merasakan patah hati?’

‘Apa Ma?’

Nyokap menatap mata gue, lalu bilang, ‘Dewasa.’ p.247

2 komentar:

  1. Haiyah, makin penasaran buku ini. Btw, baca di kelas nggak ketahuan guru, kan? Nice review :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, gak kok saya bacanya pas jam kosong :p.
      Makasih,

      Hapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...