Jumat, 27 November 2015

The ABC Murders - Agatha Christie

goodreads
Judul: The ABC Murders (1935)
Judul terjemahan: Pembunuhan ABC
Pengarang: Agatha Christie
Penerjemah: Luci Dukobani
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan ke-1, Januari 1988
Tebal: 344 hlm
Genre: Classic, Crime, Mystery & Thriller
ISBN 979-403-269-7
Mr. Hercule Poirot—Anda menganggap Anda dapat memecahkan misteri-misteri yang bahkan terlalu rumit bagi polisi Inggris kami yang dungu, bukan? Mari kita buktikan, Mr. Clever Poirot, sampai di mana kepintaran Anda. Mungkin bagi Anda kasus ini tidak terlalu sulit untuk dipecahkan. Berhati-hatilah terhadap apa yang akan terjadi di Andover pada tanggal 21 bulan ini.
Hormat saya,
ABC
Poirot mendapat surat dari orang gila. Kepolisian tentu menganggap hal itu lelucon saja, tapi Poirot tidak. Dan benar saja, seperti yang dijanjikan, Nyonya Alice Ascher, pemilik toko tembakau di Andover di temukan tewas. Mengabaikan surat dari ABC, sudah tentu tuduhan akan jatuh pada suami korban, Franz Ascher. Tapi Poirot melihat bahwa jelas bukan Ascher pelakunya, pembunuhan metodis itu tidak cocok dengan Ascher yang serampangan dan pemabuk, bahkan meski dia sudah berkali-kali bersumpah akan membunuh istrinya. Kemudian, ditemukanlah buku paduan kereta api ABC di TKP, seolah ABC menandatangani pembunuhan tersebut.

Surat dan kematian lain menyusul. Betty Barnard di Bexhill juga Sir Chamichael Clarke di Churston. Inggris dihadapkan dengan teror, pembunuh berdarah dingin yang licin dengan obsesinya dengan urutan abjad berkeliaran di luar sana.
Tidak ada yang lebih mengerikan daripada hidup dalam situasi penuh kecurigaan—melihat semua mata memperhatikan dirimu dan cinta di dalamnya berubah menjadi kengerian—tak ada yang lebih buruk daripada mencurigai mereka yang dekat dan kaucintai ...”—p. 166
Satu hal yang mengusik Poirot adalah motif pelaku tentang pembunuhan berantai ini. Seorang pembunuh berantai yang haus darah biasanya tidak pilih-pilih korban dan berusaha untuk menutupi kejahatannya. Dan rasanya tidak mungkin motifnya hanya utuk mengejek Poirot. Pasti ada sesuatu, pasti ada benang merah.
Bila aku tahu bagaimana jalan pikiran si pembunuh, aku akan bisa mengetahui siapa dia.” –p.163
Kemudian kita diperkenalkan dengan Alexander Bonaparte Cust. Seorang veteran penggugup yang selalu berada di lokasi kejadian setiap kali terjadi pembunuhan. Ia jenis orang tidak menarik perhatian, masa kecilnya dilalui dengan berbagai ejekan. Pasti akan menyenangkan, kalau seluruh Inggris tiba-tiba jadi memedulikannya.
Anda banyak memiliki kelebihan-kelebihan yang picik, tetapi saya pribadi menganggap kejahatan Anda sama sekali tidak bersifat Inggris—tidak jujur—tidak sportif”—p. 334
cetakan terbaru
goodreads
Agatha Christie memang tidak pernah gagal menyajikan kisah pembunuhan yang unik. Termasuk pembunuhan ABC ini. Pembaca dikecoh oleh genre cerita itu sendiri. Sayangnya begitu sampai di akhir rupanya sama saja. Bukan berarti jadi jelek, twistnya menarik dan tak terduga. Hanya saja penggunaan dua sudut pandang ini membuat red-herringnya jadi seperti dipaksakan.

Memang sih, bagian pembukaan buku dimana Hastings mengumumkan bahwa dia akan menggunakan sudut pandang ketiga dalam beberapa kesempatan cukup menarik. Membuat seolah buku ini memang ditegaskan ditulis oleh Hastings sendiri. Juga adegan menarik ketika Poirot diminta membayangkan jika ia bisa memesan kasus pembunuhan, ide pesanannya adalah plot utama dari Cards on the Table dan buku itu terbit di tahun yang sama dengan buku ini.

Untuk pembaca baru, buku ini pasti menarik dengan plot yang memang sudah unik. Dan untuk pembaca lama, tidak salah untuk melihat lagi interaksi antara Poirot dan Hastings sekali lagi, seperti bertemu kawan lama, membaca mereka berbincang selalu membuat senyum-senyum sendiri.



2 komentar:

  1. Korbannya A-B-C :3 Pernah dengar cerita ini ketika nonton anime Hyouka. Jadi pengen baca :D

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...