Selasa, 31 Maret 2015

[March Wrap Up] 2015's Cloak & Dagger Reading Challenge

I barely didn't read any mystery book this month. Actually the only one mystery book i’ve read since the middle of this month is The Ice Princess by Camilla Lackberg. It took me a little longer to finished it because the book is not in my native language.

I wish I can finished it next month. Especially, on April I will have many free time, even there many exam too.

and about my opinion about this book so far. I thought Erica has an strange situation. I mean, she doesn't close to Alex again in long time, but everyone treat her like it was the most terrible accident in her life. But, its okay, i'm still can't wait to know what are really happen to Alex.

Senin, 30 Maret 2015

Scene on Three #4


Hari pertama saya masuk sekolah lagi, agak malas sebenarnya karena karena kemarin saya sudah libur seminggu (dan rasanya masih pengen libur), belum lagi jum'at depan ada libur lagi, dua minggu lagi juga libur lagi, seminggu. Libur, sekolah, libur, sekolah, lama-lama cape juga, maksudnya capek menyesuaikan dirinya. Sudah begitu banyak proyek rumit yang perlu diselesaikan (mentang-mentang banyak libur). Hal ini membuat saya teringat sebuah scene di The Graveyard Book – Neil Gaiman.


    “Kau aneh,” kata Mo. “Kau tak punya teman.”
    “Aku ke sini bukan untuk berteman,” jawab Bod dengan jujur. “Aku ke sini untuk belajar.”
   Hidung Mo berkedut. “Tahukah kau betapa anehnya itu?” dia bertanya. “Tidak ada orang yang ke sekolah untuk belajar. Maksudku, orang bersekolah karena harus.”
    Bod mengangkat bahu.
(p. 220 – 221)
Ini sebenarnya ironis sekali, ketika anak-anak jaman sekarang (termasuk saya) sering melupakan hakikat sebenarnya dari sekolah dan belajar. Hingga tak heran, banyak hal yang melenceng dari yang seharusnya dilakukan pelajar (mencontek, pacaran, dll). Yaah, karena sudah sok mengerti hal ini, mungkin ada baiknya saya berhenti mengeluh dan mulai belajar.

Rabu, 18 Maret 2015

Bulan - Tere Liye

Judul: Bulan
Pengarang: Tere Liye
Ilustrasi: eMTe
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan ke-2, Maret 2015
Tebal: 400 hlm
ISBN: 978-602-03-1411-2
Genre: Fantasy 
SPOILER ALERT

Review ini mengandung spoiler dari buku pertamanya, Bumi.
“Aku lupa, kompetisi ini bukan soal menang atau kalah, tapi tentang kita, tim kita, yang saling membantu, saling menolong, dan setia kawan” p.313
Akhirnya setelah setahun menunggu. Buku kedua dari serial Bumi terbit juga. Saya tidak bisa mendeskripsikan betapa senangnya saya. Awalnya saya berencana membeli buku ini tepat pada hari peluncurannya, 12 Maret. Sayangnya di CiWalk saya tidak menemukan toko buku, sehingga saya harus menunggu pada hari Sabtunya agar bisa membeli buku ini.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...