Sabtu, 03 Juni 2017

They Do It with Mirrors - Agatha Christie

Judul: They Do It with Mirrors (1991)
Judul terjemahan: Muslihat dengan Cermin
Pengarang: Agatha Christie
Penerjemah: Julanda Tantani
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: cetakan ke-4, Maret 2014
Tebal: 280 hlm
Genre: Mystery & Thriller

"Seperti tukang sulap," gumam Miss Marple lirih. "Tipu muslihat cermin, saya rasa begitulah sebutannya."—p.239

Jane Marple, Ruth Van Rydock, dan Carrie Louise pernah menjadi teman sekolah dulu sekali. Ruth, meskipun tinggal di Amerika cukup sering mengunjungi Miss Marple dan Carrie Louise yang tinggal di Inggris. Meski begitu Miss Marple dan Carrie Louise malah hampir tidak pernah bertemu selama dua puluh lima tahun.

Dalam sebuah kunjungannya, Ruth bercerita pada Miss Marple mengenai kekhawatirannya pada Carrie Louise, dan meskipun ia tidak tau apa penyebabnya, ia ingin Miss Marple mengunjunginya dan melihat keadaannya. Miss Marple setuju saja, ia paham kalau wanita—bahkan ia sendiri—sering memperhatikan beberapa detil kecil mengenai keadaan mereka meskipun mereka tidak menyadarinya, akhirnya yang muncul seolah kekhawatiran tak beralasan, padahal belum tentu juga.

Jadi, sesuai rencana Ruth, Miss Marple mengunjungi Stonygates dengan pakaian kumuh. Ia berpura-pura mengalami kesulitan keuangan dan berharap Carrie Louise yang kaya mau membantu teman masa kecilnya itu.

Tentu saja, Carrie Louise tidak menolak. Wanita tua itu begitu baik hati dan lembut. Ia siap membantu siapa saja, kekayaannya yang berlimpah itu juga telah digunakan untuk membantu banyak orang. Di Stonygates didirikan sebuah yayasan, semacam tempat rehabilitasi untuk anak-anak bermasalah agar menjadi lebih baik.

Tapi selain ratusan anak kriminal yang diasuh oleh yayasan itu, orang-orang di sekitar Carrie Louise yang disebut sebagai keluarganya juga agak aneh. Suami ketiganya, Lewis Serrocold hanya memikirkan mengenai anak-anak itu dan istrinya, meski punya uang banyak nampak ia tak punya keinginan untuk mengurus keluarga mereka itu. Putri Carrie satu-satunya, Mildred Gulbrandsen, selalu saja muram. Cucu dari putri angkat Carrie yang berdarah Italia, Gina Hudd nampaknya menikmati perhatian berlebih dari kedua paman tirinya, Alex dan Stephen Restarick dan membuat suaminya yang keras, Walter Hudd tersiksa. Sementara itu, Juliet Bellever, menguasai rumah padahal posisinya hanyalah pelayan Carrie.

Bagi semua orang, Carrie terlalu rapuh untuk menghadapi kekejaman dunia. Ia hidup dalam ilusi bahwa keluarganya bahagia dan baik-baik saja. Dan mereka juga percaya bahwa menjauhkan hal-hal mengerikan dari Carrie juga adalah hal terbaik. Padahal Carrie Louise tau lebih banyak dari siapapun.

"Jika Anda melihat sesuatu dari satu sisi, Anda hanya melihat sisi itu saja," lanjut Miss Marple. "Tetapi segalanya menjadi cocok jika Anda bisa memutuskan mana yang kenyataan dan mana yang ilusi."—p. 248

They Do It with Mirrors adalah cerita Miss Marple ketiga yang saya baca. Meski begitu, rasanya baru benar-benar sekarang saya bisa mengenal karakter ini. Mungkin karena dua cerita sebelumnya yang saya baca hanya sebuah cerpen dan buku The Moving Finger yang porsi Miss Marplenya hanya sedikit.

Dan, ya dari buku ini saya bisa merasakan kenapa beberapa orang lebih menyukai dia daripada Poirot. Meskipun sama-sama meninjau kasusnya dari aspek psikologis, saya rasa Miss Marple lebih terlibat dengan kasusnya dibanding Poirot. Atau mungkin ini karena pada cerita ini, Carrie Louise adalah sahabat Miss Marple sendiri, sehingga rasanya Miss Marple lebih terikat emosional dengannya.

Selain itu, untuk misterinya sendiri sebenarnya tidak terlalu rumit. Tapi seperti tema utama cerita ini, kita ditipu oleh ilusi dan drama pemain-pemainnya sehingga tidak memperhatikan apa yang dilakukan oleh si pelaku. Selain itu mungkin karena sifat pelaku itu sendiri tidak terlalu jahat, sehingga agak sulit menebak dari motif.

Apalagi melihat kapan tahun buku ini terbit. Dame Agatha benar-benar patut diacungi jempol dengan bagaimana beliau tetap produktif di usia senjanya. Ngomong-ngomong, pasti seru ya kalau Restarick di buku ini ada hubungannya dengan Restarick di Third Girl, hehe.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...